Rabu, 01 April 2020

NAMA : ALSAURA ALIFI SIDDIK
NIM :201931055
KELAS : B

Fungsi kuadrat atau yang dikenal juga sebagai fungsi polinom adalah fungsi dengan pangkat peubah tertingginya adalah 2.
Pada umumnya, bentuk umum dari fungsi kuadrat adalah f(x)=ax2+bx+c atau y=ax2+bx+c.
Suatu fungsi selalu berkaitan dengan grafik fungsi. Begitu juga dengan yang ada pada fungsi kuadrat.
Grafik fungsi kuadrat memiliki bentuk seperti parabola. Untuk menggambar grafik fungsi kuadrat harus ditentukan titik potong dengan sumbu koordinat dan juga titik ekstrim.
Adapun sebutan lain untuk titik ekstrim yaitu titik puncak atau titik maksimum atau minimum. Dan sekarang kita membasa masing-masing dari titik tersebut. Simak pembahasannya berikut ini.
Titik Potong dengan Sumbu Koordinat
Titik potong dengan sumbu X didapatkan dengan cara menentukan nilai peubah x pada fungsi kuadrat. Apabila nilai peubah y sama dengan nol, sehingga akan didapatkan titik potong (x1,0) dan (x2,0).
Yang mana x1 dan x2 adalah akar-akar persamaan kuadrat.
Namun perlu kalian ingat bahwasannya berbagai akar persamaan kuadrat tergantung dari diskriminannya.
Apabila diskriminannya sama dengan nol maka akan didapatkan hanya satu akar dan ini berarti hanya ada satu titik potong dengan sumbu X.
Jika nilai diskriminannya kurang dari nol persamaan kuadrat tersebut tidak mempunyai akar real yang berarti tidak mempunyai titik potong dengan sumbu X.
Titik potong dengan sumbu Y didapatkan dengan cara mencari nilai y pada fungsi kuadrat apabila nilai peubah x sama dengan nol, sehingga akan didapatkan titik (0,y1).

Titik Ekstrim

Titik ekstrim pada fungsi kuadrat adalah sebuah koordinat dengan absisnya merupakan nilai sumbu simetri serta ordinatnya adalah nilai ekstrim.
Pasangan koordinat titik ekstrim pada fungsi kuadrat y=ax2+bx+c yaitu seperti berikut ini.
y=ax2+bx+c
D merupakan diskriminan
D=b2-4ac
Seperti yang telah kita sebutkan di atas,
titik ekstrim fungsi kuadrat 1  merupakan sumbu simetri dan titik ekstrim fungsi kuadrat 2 adalah nilai ekstrim dari fungsi kuadrat.
Pembuktian Rumus Titik Ekstrim Fungsi Kuadrat
Titik ekstrim dapat kita peroleh dari konsep turunan pertama.
Titik ekstrim fungsi kuadrat y=ax2 + bx + c didapatkan dengan cara menurunkannya terlebih dahulu, lalu hasil turunannya sama dengan nol, y’ = 0, sehingga akan didapatkan bentuk seperti di bawah ini:
y=ax2 + bx + c
Berikut adalah tahapan untuk menggambar grafik fungsi kuadrat y=ax2+bx+c
  1. Menentukan titik potong dengan sumbu koordinat.
    • Titik potong dengan sumbu X apabila y=0.
      (tidak ada untuk fungsi kuadrat yang mempunyai D<0).
    • Titik Potong dengan sumbu Y apabila x=0.
  2. Tentukan titik ekstrim, yakniLangkah-Langkah Menggambar Grafik Fungsi Kuadrat
Contoh soal:
Mari kita bedah bersama fungsi kuadrat dari f(x)=x2-6x+8
Titik potong dengan sumbu X 
Ingat titik potong dengan sumbu X akan didapatkan apabila nilai y=0, maka dari itu akan didapatkan bentuk persamaan kuadrat x2-6x+8=0.
Untuk memastikan bahwa persamaan kuadrat di atas mempunyai akar, maka langkah pertama adalah menentukan terlebih dahulu diskriminannya.
D=b2-4ac=(-6)2-4(1)(8)=36-32=4
Sebab diskriminannya 4 (positif) pastilah persamaan kuadratnya mempunyai dua akar real berbeda.
Hal itu berarti, fungsi kuadrat di atas mempunyai dua titik potong dengan sumbu X. Titik potong dengan sumbu X didapatkan dari akar-akar persamaan kuadrat.
x2-6x+8=0
(x-2)(x-4)=0
x=2 atau x=4
Sehingga, titik potong dengan sumbu X yaitu (2,0) dan (4,0)
Titik Potong dengan Sumbu Y 
Titik potong dengan sumbu Y akan didapatkan apabila nilai x=0.
y=x2-6x+8
y=02-6(0)+8=8
Sehinga, titik potong dengan sumbu Y yaitu (0,8)
Titik Ekstrim 
Titik ekstrim fungsi kuadrat f(x)=ax2+bx+c yaitu
titik ekstrim f(x)=ax2+bx+c
Artinya untuk fungsi kuadrat f(x)=x2-6x+8 titik ekstrimnya ialah seperti di bawah ini:
titik ekstrim f(x)=x2-6x+8
Sumbu simetrinya yaitu x=3 dan nilai ekstrimnya yakni -1.
Dari informasi titik potong dengan sumbu X, titik potong dengan sumbu Y, dan juga titik ekstrim dapat kita gambar grafik fungsi kuadratnya.
Tahapannya, sesudah mendapatkan titik potong dengan sumbu X, titik potong dengan sumbu Y, dan juga titik ekstrim. Lalu gambarkan titik-titik itu pada koordinat kartesius kemudian hubungkan dengan kurva halus.
Pada contoh soal di atas, fungsi kuadrat f(x)=x2-6x+8 mempunyai titik potong dengan sumbu X (2,0) dan (4,0), titik potong dengan sumbu Y (0,8) serta titik ekstrim (3,-1).
Gambar dari titik-titik ini pada koordinat kartesius ada pada gambar di bawah ini.
kuadrat sma
Kemudian hubungkan titik-titik tersebut dengan satu kurva halus, sehingga akan didapatkan kurva fungsi kuadrat f(x)=x2-6x+8 seperti berikut ini:
contoh soal kuadrat

Sifat Kurva Parabola

1. Berdasarkan koefisien “ɑ”
Nilai a memiliki fungsi sebagai penentu arah membukanya suatu grafik.
  • Apabila a > 0, parabola terbuka ke atas sementara titik baliknya minimum sehingga memiliki nilai minimum.
  • Apabila a < 0, parabola terbuka ke bawah sementara titik baliknya maksimum sehingga memiliki nilai maksimum.
2. Berdasarkan koefisien “b”
Nilai b memiliki fungsi sebagai penentu untuk menentukan posisi sumbu simetri yang ada pada grafik.
  • Untuk a dan b bertanda sama (a > 0, b > 0) atau (a < 0, b <0) maka, sumbu simetri posisinya ada di kiri sumbu y.
  • Untuk a dan b berlainan tanda (a < 0, b > 0) atau (a > 0, b < 0) maka, sumbu simetri posisinya ada di kanan sumbu y.
3. Berdasarkan koefisien “c”
Nilai c memiliki fungsi sebagai penentu titik potong dengan sumbu y.
  • Apabila c > 0, grafik parabola memotong di sumbu y positif.
  • Apabila c < 0, grafik parabola memotong di sumbu y negatif.
4. Berdasarkan D = b2 – 4ac (diskriminan)
  • Apabila D > 0 persamaan kuadrat memiliki dua akar real yang berlainan.
    Parabola akan memotong sumbu x di dua titik. Untuk D kuadrat sempurna maka kedua akarnya rasional, sementara D tidak berbentuk kuadrat sempurna maka kedua akarnya berupa akar irasional.
  • Apabila D = 0 persamaan kuadrat memiliki dua akar yang sama (akar kembar), real, dan juga rasional. Parabola akan menyinggung pada sumbu x.
  • Apabila D < 0 persamaan kuadrat tidak memiliki akar real atau kedua akarnya tidak real (imajiner). Parabola tidak akan memotong serta tidak akan menyinggung di sumbu x.
    • Untuk D < 0, a > 0 parabola akan selalu berada di atas sumbu x atau biasa disebut sebagai definit positif.
    • Untuk D < 0, ɑ < 0 parabola akan selalu berada di bawah sumbu x atau biasa disebut sebagai definit negatif.

Menyusun Fungsi kuadrat

  1. Jika memotong pada sumbu x di (x1,0) dan (x2,0), maka rumus yang berlaku yaitu: y = ƒ (x) = ɑ (x – x1) (x – x2).
  2. Jika titik puncak (xp, yp) maka rumus yang berlaku yaitu: y = ƒ (x) = ɑ (x – xp)2 + yp.
  3. Jika menyinggung sumbu x di (x1,0) maka rumus yang berlaku yaitu: y = ƒ (x) = ɑ (x – x1)2

Hubungan Garis Dengan Parabola

Berdasarkan D = b2 – 4ac, kedudukan garis pada parabola dibagi menjadi 3 macam, antara lain:
  1. D > 0 berarti garis akan memotong parabola ada di dua titik.
  2. D = 0 berarti garis memotong parabola di satu titik (menyinggung)
  3. D < 0 berarti garis tidak memotong dan tidak akan menyinggung parabola.

Contoh Soal dan Pembahasan

Soal 1:
Apabila fungsi f(x)=px2-(p+1)x-6 mencapai nilai tertinggi untuk x=-1, maka tentukan nilai p.
Jawab:
x=-1 merupakan sumbu simetri, rumusnya -b/2a.
Artinya: -b/2a=-1
-(-(p+1))/2(p)=-1
p+1=-2p
3p=-1
p=-1/3
Soal 2: 
Menentukan titik ekstrim dan juga titik potong dengan sumbu X untuk fungsi kuadrat
f(x)=x2-20x+75.
Jawab:
Titik ekstrim rumusnya:
rumus titik ekstrim
Titik potong dengan sumbu X apabila y=0 untuk fungsi kuadrat y=x2-20x+75 titik ekstrimnya:
fungsi kuadrat y=x2-20x+75
Titik potong dengan sumbu X
x2-20x+75=0
(x-5)(x-15)=0
x=5 atau x=15 sehingga titik potongnya adalah (5,0) dan (15,0)
Soal 3:
Koordinat titik balik grafik fungsi kuadrat y=x2+4x-6 yaitu…
Jawab:
Koordinat balik rumusnya yaitu:
fungsi kuadrat y=x2+4x-6
Soal 4: 
Diketahui f(x) = -x2 + 5x + c, apbila ordinat puncaknya 6 maka nilai c yaitu…
Jawab:
Ordinat titik puncak, rumus: -D/4a
-(52-4(-1)c)/4(-1) = 6
-(25+4c)/-4=6
-(25+4c)=-24
25+4c=24
4c=-1
c=-1/4
Selanjutnya akan kami berikan contoh soal pada SNMPTN dan juga UN mengenai fungsi kuadrat, simak baik-baik pembahasan di bawah ini:
Soal 1. (MADAS SNMPTN 2012)
Jika gambar di bawah ini adalah grafik fungsi kuadrat f dengan titik puncak (-2,0) dan melalui titik (0,-4) maka nilai f(-5) adalah …
grafik fungsi kuadrat f
  1. -7
  2. -8
  3. -9
  4. -10
  5. -11
Jawab:
Diketahui titik puncak ( xp , yp) = (-2,0), melewati titik (x , y) = (0,-4)
Rumus yang sesuai jika diketahui titik puncaknya adalah:
y = f(x) = a(x-xp )2 + yp
Untuk mencari nilai a, maka:
y = f(x) = a(x-xp)2 + yp
y = a(x+2)2 + 0
-4 = a(0+2)2 + 0
-4 = 4a
a = -1
Sehingga akan diperoleh:
f(x) = -(x + 2)2, dengan f(-5)
f(-5) = -(-5 + 2)2 = -9
Jadi, jawabannya yaitu: C
Soal 2. (MatDas SBMPTN 2013)
Jika grafik fungsi kuadrat f(x) = ax2 + bx + c mempunyai titik puncak (8,4) dan memotong sumbu-x negatif maka …
  1. a > 0, b > 0 dan c > 0
  2. a < 0, b < 0 dan c > 0
  3. a < 0, b > 0 dan c < 0
  4. a > 0, b > 0 dan c < 0
  5. a < 0, b > 0 dan c > 0
Jawab:
Diketahui titik puncaknya adalah (8,4), sehingga grafik terbuka ke bawah, maka:
a < 0
xp = -b/2a = 8, karena a < 0 → b > 0
D = b2 – 4ac, syarat memotong sumbu x negatif D > 0 sebab b > 0 dan a < 0, maka:
b2 – 4ac > 0
(+) – 4(-)c > 0
c > 0
Jadi jawabannya yaitu: E
Soal 3. (Matematika IPA SBMPTN 2014)
Diketahui suatu parabola simetris terhadap garis x = -2 dan garis singgung parabola tersebut dititik (0,1) sejajar dengan garis 4x + y = 4 . Titik puncak parabola tersebut adalah …
  1. (-2,-3)
  2. (-2,-2)
  3. (-2,0)
  4. (-2,1)
  5. (-2,5)
Jawab: 
Misalkan persamaan parabolanya adalah  y = ax2 + bx + c parabola simetris kepada garis xp = -2 maka tentukan xp = -b/2a =-2 → b = 4
garis ≡ 4x+y = 4 → mg = -4
Sebab sejajar  maka mparabola = mgaris = -4
mparabola = y
2ax + b = -4 lewat titik (0,1)
2a(0) + b = -4
b = -4
Untuk menentukan xp dan yp:
b = 4a
-4 = 4a
a = -1
Persamaan parabola y = ax2 + bx + c adala:h sebagai berikut
y = -x2 – 4x + c melalui titik (0,1)
1 = -02 – 4(0) + c
c = 1
Maka bisa dihitung y = -x2 – 4x + 1
xp = -b/2a = -(-4)/2(-1) = -2 dan yp = -(-2)2 – 4(-2) +1= 5
Sehingga titik puncak parabolanya yaitu (-2,5)
Jadi jawabannya yaitu: E
Soal 4. (UN 2008)
Persamaan grafik fungsi kuadrat yang melalui titik A(1,0), B(3,0), dan C(0,-6) adalah …
  1. y = 2x2 + 8x – 6
  2. y = -2x2 + 8x – 6
  3. y = 2x2 – 8x + 6
  4. y = -2x2 – 8x – 6
  5. y = -x2  + 4x – 6
Jawab:
Untuk titik C (0,-6) → x = 0, y = – 6
Untuk titik A (1,0) dan B (3,0) → x1 = 1, x2 = 3
Maka rumus yang berlaku adalah y = a(x – x1)(x – x2)
y = a(x – 1)(x – 3)
– 6 = (0 – 1)(0 – 3)
– 6 = 3a
a = – 2
Menentukan fungsi kuadrat caranya:
y = a(x – x1)(x – x2)
y = – 2(x – 1)(x – 3)
y = – 2(x2 – 4x + 3)
y = – 2x2 + 8x – 6
Jadi jawabannya yaitu: B
Soal 5. (UN 2007)
Perhatikan gambar!
grafik parabola
Persamaan grafik fungsi kuadrat pada gambar adalah …
  1. y = -2x2 + 4x + 3
  2. y = -2x2 + 4x + 2
  3. y = -x2 + 2x + 3
  4. y = -2x2 + 4x – 6
  5. y = -x2 + 2x – 5
Jawab:
Diketahui:
(xp , yp) = (1,4)
(x , y)  = (0,3)
Ditanyakan: fungsi kuadrat yang akan terbentuk?
Untuk parabola yang mempunyai titik puncak rumus yang berlaku seperti di bawah ini:
y = a(x – xp)2 + yp
y = a (x – 1)2 + 4
3 = a(0 -1)2 + 4
3 = a + 4
a = -1
Fungsi kuadrat yang terbentuk yaitu:
y = a(x – xp)2 + yp
y = -1(x -1)2 + 4
y = -x2 + 2x + 3
Jadi jawabannya yaitu: C

Selasa, 17 Maret 2020

Penjelasan Nilai Mutlak-ITPLN 

ALSAURA ALIFI SIDDIK-201931056

Misalnya Nilai absolut dari 5 adalah 5 (jarak dari 0 yaitu 5 unit), Nilai mutlak dari -5 adalah 5 (jarak dari 0: 5 unit). Lihat gambar:
Nilai mutlak dari 2 + -7 adalah 5 (jumlah jarak dari 0: 5 unit). Lihat gambar:
Nilai mutlak dari 0 = 0, kita tidak mengatakan bahwa nilai absolut tersebut dari angka positif.Nol tidak negatif atau positif. Lihat gambar:
Mari kita lanjutkan belajar nilai mutlak dengan contohnya di bawah ini.
Simbol untuk nilai mutlak adalah dua garis lurus, sekitarnya jumlah atau ekspresi yang mengindikasikan nilai mutlak.
| 6 | = 6 berarti nilai absolut dari 6 adalah 6.
| -6 | = 6 berarti nilai absolut dari negative6 adalah 6.
| -2 – x | berarti nilai absolut dari negative2 dikurangi x.
– | x | berarti nilai negatif dari nilai absolut dari x.
Garis bilangan bukan hanya cara untuk menunjukkan jarak dari nol, itu juga merupakan cara yang baik untuk menunjukan grafik nilai absolut.
Coba pikirkan | x | = 2. Untuk menampilkan x pada garis bilangan, Anda harus menunjukkan setiap nomor yang nilainya mutlak adalah 2.
Sekarang pikirkan tentang | x | > 2. Untuk menampilkan x pada garis bilangan, Anda harus menunjukkan setiap nomor yang nilainya absolut lebih besar dari 2. Ketika Anda membuat grafik pada garis bilangan, sebuah titik yang terbuka menunjukkan bahwa jumlah ini bukan bagian dari grafik. Simbol > menunjukkan bahwa jumlah yang dibandingkan tidak termasuk dalam grafik.
Secara umum, Anda mendapatkan dua set nilai untuk ketidaksetaraan dengan | x | > beberapa nomor atau dengan | x | =beberapa nomor.
Sekarang coba pikirkan | x | = 2. Anda mencari nomor yang nilai mutlaknya kurang dari atau sama dengan 2. Ternyata bahwa semua bilangan real dari negative2 melalui 2 membuat ketimpangan yang benar. Ketika Anda membuat grafik pada garis bilangan, titik tertutup menunjukkan bahwa jumlah ini termasuk bagian dari grafik. Simbol = menunjukkan bahwa jumlah yang dibandingkan termasuk dalam grafik.
Secara umum, Anda mendapatkan satu set nilai untuk ketidaksetaraan dengan | x | < beberapa nomor atau dengan | x | = beberapa nomor. Cara mudah untuk menulis jenis-jenis kesenjangan untuk menunjukkan bahwa nilai-nilai mereka lebih kecil antara dua angka adalah:
Untuk | x | <2, negative2 <x <2
Untuk | x | = 4, negatif 4 = x = 4
Untuk | x + 6 | <25, negatif 25 <x + 6 <25
Tentu saja, dengan kurang dari ketidaksetaraan, | x | tidak akan kurang dari 0, jadi meskipun x bisa negatif, jumlah Anda membandingkannya dengan tidak bisa (atau tidak akan ada poin yang digambarkan pada baris nomor Anda).

Contoh soal Nilai Mutlak

Contoh Soal 1
Q: Selesaikanlah persamaan -3|x-4|+5 = 14
A: Cara Menyelesaikannya:
Pertama-tama kita harus mengisolasi nilai mutlak caranya adalah dengan memisahkan nilai mutlak agar berada pada satu ruas, sementara suku yang lain kita pindahkan menuju ruas yang lain.
-3|x-4|+5 = 14
-3|x-4|= 14 – 5
-3|x-4|= 9
|x-4|= 3
Pada persamaan nilai mutlak x-4 adalah “X” sehingga kita bisa menyimpulkan bahwa:
x-4 = 3 atau x-4 = -3
sehingga
x = 7 atau x = 1
maka himpunan penyelesaian dari persamaan di atas adalah {7,1}
Contoh Soal 2
Q: Tentukanlah himpunan penyelesaian dari persamaan |4 – 2/5 x|-7 = 13
A: Cara Menyelesaikannya:
|4 – 2/5 x|-7 = 13
|4 – 2/5 x|= 13 + 7
|4 – 2/5 x|= 20
maka
|4 – 2/5 x|= 20 atau |4 – 2/5 x|= -20
sehingga
– 2/5 x = 16 atau -2/5 x = -24
x = -40 atau x = 60
Maka himpunan penyelesaiannya adalah {-40,60}
Karena cukup sulit untuk menjelaskan materi Matematika dalam bentuk tulisan, maka kami mohon maaf jika penjelasannya kurang bisa dimengerti. Terima kasih telah menyimak.



PERTIDAKSAMAAN KUADRAT - ITPLN


Pertidaksamaan Kuadrat hampir sama dengan persamaan kuadrat, Berikut ini adalah penjelasan lengkap mengenai pertidaksamaan yang meliputi bentuk umum serta langkah-langkah penyelesaian pertidaksamaan kuarat beserta contoh soal, Untuk lebih jelasnya simak pembahasan dibawah ini


Langkah-Langkah Penyelesaian

Himpunan Penyelesaian pertidaksamaan kuadrat bisa ditentukan dengan langkah-langkah sebagai berikut yang dijelaska dibawah ini :
Langkah 1
Tentukanlah pembuat nol dengan cara merubah tanda pertidaksamaan hingga menjadi “sama dengan”. Akar-akar persamaan kuadrat yang didapat yaitu pembuat nol.
x2 + x – 6 = 0 ,difaktorkan
menjadi (x +3)(x-2) = 0
Pembuat nol dari persamaan tersebut bisa dicari dengan memakai cara ini..
Pertama gunakan :
x + 3 = 0
x = -3
Kedua kita gunakan :
x – 2 = 0
x = 2
Maka, pembuat nolnya sudah didapat yaitu -3 dan 2.
Langkah 2
Gambarlah pembuat nol pada garis bilangan, Lalu tentukan tanda masing-masing interval dengan cara mensubstitusi sembarang bilangan yang ada pada tiap interval ke persamaan pada ruas kiri. Tulis (+) adai hasil substitusi adalah bernilai positif dan tulis (−) jika hasil substitusi adalah bernilai negatif.
Catatan :
Tanda untuk tiap interval yaitu slalu berselang-seling (+)(−)(+) atau (−)(+)(−), kecuali jika akar-akar yang didapat sama (kembar)
Tips :
Jika akar-akar yang didapat berbeda, cukup cari tanda pada satu interval saja, sisanya tinggal ditulis berselang-seling mengikuti pola diatas. Dahulukan interval yang memuat angka nol agar perhitungan lebih mudah (jika nol bukan merupakan pembuat nol).
Langkah 3
Tentukanlah daerah penyelesaian atau arsiran.
Untuk pertidaksamaan “>” atau “≥”, daerah penyelesaian yang berada pada interval bertanda positif (+).
Untuk pertidaksamaan “<” atau “≤”, daerah pernyelesaian yang berada pada interval bertanda negatif (−).
Langkah 4
Tulis sebuah himpunan penyelesaian, yaitu interval yang memuat daerah penyelesaian.
Himpunan penyelesaian ada pada ujung-ujung interval

Contoh Soal

Contoh Soal 1
Tentukan HP dari −x² − 3x + 4 > 0
Jawab
Pembuat nol
−x² − 3x + 4 = 0
x² + 3x − 4 = 0
(x+4) (x−1) = 0
x = −4 atau x = 1
Untuk interval −4 < x < 1, ambil x = 0
−x² − 3x + 4 = −(0)² − 3(0) + 4 = 4 (+)

Senin, 09 Maret 2020

Nama : Alsaura Alifi Siddik
Nim:201931055


Sistem bilangan real merupakan materi yang sangat penting dalam mempelajari kalkulus dan aplikasinya. Oleh itu, sebelum mempelajari materi-materi lain dalam kalkulus dan aplikasinya, pembaca diharapkan telah memahami dan dapat menggunakan sifat-sifat yang berlaku pada sistem bilangan real.

Diperhatikan beberapa simbol berikut:
  • \mathbb{N} biasa digunakan untuk menyatakan himpunan semua bilangan asli \{1,2,3,...\},
  • \mathbb{Z} biasa digunakan untuk menyatakan himpunan semua bilangan bulat \{...,-2,-1,0,1,2,...\},
  • \mathbb{Q} biasa digunakan untuk menyatakan himpunan semua bilangan rasional \left\{\frac{a}{b}:a\in\mathbb{Z}\text{ dan } b\in\mathbb{N}\right\},
  • \mathbb{R} biasa digunakan untuk menyatakan himpunan semua bilangan real, dan
  • \mathbb{C} biasa digunakan untuk menyatakan himpunan semua bilangan kompleks \{a+ib:a,b\in\mathbb{R}\}.
Diperhatikan bahwa tidak semua literatur menggunakan simbol-simbol ini. Dengan demikian, harap diperhatikan baik-baik dalam membaca literatur. Dalam website ini digunakan simbol-simbol tersebut untuk pembahasan-pembahasan sebelumnya.
Sifat Sistem Bilangan Real
Untuk sebarang bilangan real a,b,c dan ddiperoleh:
  1. sifat komutatif, a+b=b+a dan ab=ba,
  2. sifat asosiatif, a+(b+c)=(a+b)+c=a+b+cdan a(bc)=(ab)c=abc,
  3. sifat distributif, a(b+c)=ab+ac,
  4. jika b\neq0,
      \[\displaystyle{\frac{a}{b}=a\frac{1}{b}},\]
  5. jika b,d\neq0,
      \[\displaystyle{\frac{a}{b}+\frac{c}{d}=\frac{ad+bc}{bd}},\]
  6. jika b,d\neq 0,
      \[\displaystyle{\frac{a}{b}\frac{c}{d}=\frac{ac}{bd}},\]
  7. a(-b)=(-a)b=-(ab),
  8. (-a)(-b)=ab,
  9. -(-a)=a,
  10. jika a\neq0 maka
      \[\displaystyle{\frac{0}{a}=0},\]
  11. nilai
      \[\displaystyle{\frac{a}{0}}\]
    tidak terdefinisikan,
  12. jika a\neq 0 maka
      \[\displaystyle{\frac{a}{a}=1},\]
  13. hukum kanselasi, jika ac=bc dan c\neq 0maka a=b, dan jika b,c\neq 0 maka
      \begin{equation*} \frac{ac}{bc}=\frac{a}{b}, \end{equation*}
  14. sifat pembagi nol, jika ab=0 maka a=0 atau b=0.
Pada sistem bilangan real berlaku relasi urutan. Didefinisikan beberapa hal berikut.
  • Bilangan real a dikatakan positif, jika a>0.
  • Bilangan real a dikatakan negatif, jika a<0.
  • Bilangan real a dikatakan nonnegatif, jika a\geq 0.
Untuk setiap bilangan real a,b dan c, diperoleh beberapa sifat urutan bilangan real berikut.
  1. Jika a\leq b maka a+c\leq b+c, untuk setiap bilangan real c.
  2. Jika a\leq b dan b\leq c maka a\leq c.
  3. Jika a\leq b dan c>0 maka ac\leq bc. Dilain pihak, jika a\leq b dan c<0 maka ac\geq bc.
  4. Jika a>0 maka \frac{1}{a}>0. Lebih lanjut, jika 0<a\leq b maka \frac{1}{b}\leq\frac{1}{a}.
  5. Untuk setiap bilangan real a dan b berlaku tepat satu
      \begin{equation*} a<b,\text{ atau }a=b,\text{ atau }a<b. \end{equation*}
  6. Jika a,b\geq 0 maka
      \begin{equation*} a\leq b \Leftrightarrow a^{2}\leq b^{2} \Leftrightarrow \sqrt{a}\leq \sqrt{b}. \end{equation*}